Marketing

Story Telling Ampuh untuk Tingkatkan Penjualan Online

 

Banyak orang pernah mengalami pertemuan tak terduga dengan kawan lama, lalu kemudian berlanjut dengan obrolan standar tentang aktivitas yang kini sedang ditekuni. Tanpa disadari, saat bercerita inilah sebenarnya Anda sedang menerapkan strategi marketing paling ampuh, yaitu story telling.

 Ya!, story telling memang cara yang natural untuk menggaet perhatian orang sekaligus ‘menanam’ sebuah informasi ke dalam ingatan orang. Orang akan tertarik mencari tahu lebih jauh tentang bisnis yang Anda rintis lewat kisah seru jatuh bangun yang Anda ceritakan. Nah, hal yang sama juga bisa diterapkan terhadap bisnis online Anda.

  1. Sosial Media

Melanjutkan kisah di atas tadi bahwa ternyata story telling ditambah faktor kedekatan antar kawan, menjadi poin tersendiri terhadap proses branding. Kedua hal ini semestinya bisa juga diterjemahkan pada setiap post di sosial media melalui konten yang informatif.  

Konten-konten informatif inilah yang membangun hubungan emosional dengan pelanggan sehingga timbul rasa percaya terhadap brand Anda. Dan jika kepercayaan sudah dalam genggaman, maka proses selanjutnya akan jauh lebih mudah.

  1. Blog

Apa yang Anda rasakan bila membaca tulisan yang sifatnya hanya jualan dan selalu jualan? Bosan bahkan mungkin muak jadinya bukan?. Untuk menghindarinya, bungkuslah sesuatu yang sifatnya jualan tadi dengan story telling yang menarik. Misalnya jika Anda menjual pulpen, tuliskan saja kisah perjalanan pulpen yang dahulu dibuat dari batang ilalang dengan cara mencelupkannya ke dalam campuran bubuk bata sebagai tinta, hingga berabad kemudian mengalami penyempurnaan sampai akhirnya menjadi bentuk pulpen seperti yang kita gunakan sekarang.

marketing tips

  1. Halaman ‘About Us’ di Website

Tidak jarang isi dari halaman ‘about us’ pada website bisnis online, sangatlah membosankan untuk dibaca. Karena biasanya isinya tidak jauh dari biografi kapan bisnis tersebut berdiri, siapa saja pendirinya dan bla bla bla. Akan lebih menarik bila Anda menceritakan tentang apa yang melatarbelakangi konsep bisnis yang dipilih sampai perjalanan jatuh bangunnya perusahaan.   

  1. Email marketing

Menjalin komunikasi personal dengan mengirimkan email marketing/ newsletter ke email pelanggan sebaiknya dirangkai juga dengan pemilihan subject email yang menarik sehingga orang tertarik untuk membuka & membacanya. Serta tentunya siapkan konsep story telling yang menarik untuk memperkenalkan produk terbaru Anda. Sebagai contoh, kaitkan produk sabun herbal keluaran terbaru Anda dengan kenyataan bahwa penggunaan bahan alami seperti sereh terbukti dapat melindungi kulit dari gigitan nyamuk sehingga kesehatan keluarga pun terjaga.      

  1. Iklan

Mahalnya biaya iklan terkadang membuat pesan yang disampaikan menjadi terlalu to the point, dengan hanya menggunakan satu kalimat untuk merangkum produk yang ditawarkan, manfaat yang bisa didapatkan pelanggan, hingga call to action.

Padahal, kekuatan iklan justru akan lebih mengena bila disampaikan dengan alur cerita seperti yang dilakukan oleh Ramayana dengan serial iklannya bertagline #kerenhaksegalabangsa. Dalam salah satu serialnya dikisahkan bahwa kalangan masyarakat menengah bawah dari berbagai profesi pun memiliki keinginan & berhak untuk berpenampilan keren.     

Berawal dari membaca cerita-cerita menarik yang brand Anda suguhkan, diharapkan publik akan mulai mengenal, menyukai, dan tidak mustahil dapat menjadi pelanggan setia brand Anda.  Yuk mulai perbaiki cara penyampaian konten Anda sekarang juga 🙂

  BACA JUGA: Customer Retention Bisa Anda Dapatkan lewat 3 Cara Ini

You Might Also Like

No Comments

Leave a Reply