Branding Kartu Nama Product Knowledge

Sejarah Kartu Nama dari Masa ke Masa

sejarah kartu nama

Jauh sebelum dikenal sebagai tanda pengenal serta alat promosi bisnis, kemunculan kartu yang kini dikenal luas sebagai kartu nama, pada awalnya adalah untuk kebutuhan sosial. Ketika jaman berganti, maka media kartu pun mengalami perubahan dari segi fungsi, ukuran, hingga desain. Beberapa fakta mengenai sejarah kartu nama yang berfungsi sebagai identitas ini berhasil dirangkum seperti berikut.

  • Abad ke-15 (1401 SM – 1500 SM)

Berkembangnya dunia percetakan pada abad ke 15 di Cina, ikut mengawali lahirnya sejarah kartu nama sebagai sarana sosial/ social card. Masyarakat Cina mengenal kartu atau ‘Meishi’ sebagai undangan untuk menghadiri acara khusus kalangan atas. Dari sisi desain, kartu jenis ini ditulis menggunakan teknik kaligrafi dan dicetak di atas kertas handmade.

  • Abad ke-17 (1601 SM – 1700 SM)

cetak kartu nama

Peradaban Eropa menggunakan kartu untuk mengumumkan kedatangan seorang bangsawan ke sebuah kota, atau untuk mengabarkan bahwa akan diadakan acara/ pesta di rumah seseorang.

Pada perkembangan sejarah kartu nama, Raja Louis ke-14 memperkenalkan konsep ‘kartu dagang’ yang berfungsi sebagai peta penunjuk arah lokasi pedagang tertentu. Material yang digunakan sebagai kartu dagang ini dari bahan kayu atau woodpress, dengan metode cetak letterpress. Ukuran kartu dagang ini pun dibagi menjadi 2 macam berdasarkan gender:

  • Ukuran kartu dagang wanita biasanya 2.75 – 3.75 inch atau sekitar 5 cm
  • Ukuran kartu dagang pria biasanya antara 3 – 3.4 inch atau sekitar 7-9 cm
  • Abad ke-18 (1701 SM – 1800 SM)

bussines card

Kartu dagang pada masa ini sudah semakin modern dengan desain yang lebih stylish, dengan menggunakan keping tembaga pada finishingnya. Menyimpan kartu di dompet atau dalam kantung pakaian menjadi tren di kalangan kaum pria saat itu.

Sebagai social card, kartu identitas ini dianggap sebagai representasi siapa Anda. Saat bertamu ke rumah orang, sebelum dipersilahkan masuk, tuan rumah akan meminta kartu nama Anda terlebih dahulu supaya ia mengetahui siapa yang bertandang ke rumahnya.

  • Abad ke-19 (1801 SM – 1900 SM)

Abad ini adalah kelahiran lithographic atau yang dikenal sebagai metode cetak diatas permukaan licin. Ragam pilihan jenis kertas pada banyak percetakan semakin mewarnai perjalanan sejarah kartu nama.

Pada masa Victorian, terdapat aturan terhadap desain kartu nama:

  • Lipatan kartu di pojok kiri atas, berarti pemillik kartu telah datang secara langsung.
  • Lipatan kartu di pojok kiri bawah, berarti tanda perpisahan
  • Lipatan kartu di pojok kanan atas, berarti memberi selamat
  • Lipatan kartu di pojok kanan bawah, berarti tanda duka cita
  • Abad ke-20 (1901 SM – 2000 SM)

Teknik letterpress printing menggunakan plat yang ditekan ke permukaan media cetak sehingga menimbulkan pola dan desain dasar, pertama kali diperkenalkan kepada publik. Permukaan yang bisa dicetak di sini sudah lebih beragam seperti kayu, metal/besi, karet, plastik, dan juga kertas. Dengan begitu, sejarah kartu nama pun juga mencakup desain yang tampil semakin bervariasi.  

Bersamaan dengan semakin majunya teknologi percetakan, bermunculan juga etiket bertukar kartu nama, seperti di negara-negara berikut:

  • Di Jepang, orang yang meyodorkan kartu nama wajib membungkuk sebagai simbol penghormatan.
  • Di Korea, wajib hukumnya menawarkan terlebih dulu kartu nama Anda sebelum menanyakan kartu lawan bicara. Melihat dan meneliti kartu nama di depan pemberinya untuk waktu yang lama dianggap kasar dan tidak sopan.  
  • Di Kolombia, wajib hukumnya memegang bagian pojok kartu nama menggunakan jempol dan telunjuk, untuk menghindari tertutupnya informasi penting.
  • Di India, selalu berikan kartu nama Anda dengan menggunakan tangan kanan.

Kini, teknologi cetak bukan hanya tentang variasi teknik cetak maupun teknik finishing yang dapat membuat kartu nama Anda tampil spesial. Kemudahan dalam memesan hingga mendesain pun bisa Anda dapatkan tanpa harus beranjak dari kursi atau sofa favorit Anda. Buktikan sekarang dengan menghubungi Prinzio 🙂

You Might Also Like

No Comments

Leave a Reply